Latar Belakang ASPETRI

Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan kekayaan flora kedua setelah Brasilia, dengan jumlah tanaman sektar 40.000 species dan diantaranya lebih kurang 20.000 berupa tanaman obat, dengan etnis lebih kurang 350, dengan berbagai suku bangsa dan golongan dan beragam agama, dimana resep-resep pengobatan tradisional warisan leluhur perlu dilestarikan. Pengobatan tradisional yang merupakan warisan dari leluhur Bangsa Indonesia perlu mendapat tempat yang terhormat, karena sebelum adanya kedokteran, peran pengobatan tradisional adalah yang utama, sehingga perlu dikembangkan dan dilestarikan. Untuk itu perlu pemberdayaan dari sector ini dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan serta peningkatan kemampuan/kompetensi para pengobat tradisional agar dapat bersaing dengan para pengobat dari luar.
Dengan adanya perjanjian AFTA dimana masing-masing anggota wajib membuka negaranya untuk menerima baik barang maupun tenaga asing bagi peserta masing-masing., Departmen Kesehatan dalam tahun 2003 sudah menyiapkan Keputusan Menteri Kesehatan no 1076/2003 untuk mengatur dan melindungi tenaga pengobat tradisional yang menurut catatan DepKes tahun 1997 sebanyak 280 ribu pengobat yang tersebar dalam beberapa ketrampilan seperti dukun patah tulang, pengobat supranatural, pengobat ramuan, dan pengobat berbasis agama dan lain-lainnya.

(more…)